Minggu, 29 Juni 2014

Pasca Perang Diponegoro “Keadaan Yogyakarta dan Surakarta Pasca Perang Diponegoro Tahun 1830-1834”

       Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan penduduk pribumi Indonesia dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro.
           Perang Diponegoro tidak berakhir hanya begitu saja. Banyak sekali dampak yang diakibatkan setelah berakhirnya Perang Diponegoro ini kepada pemerintah Hindia-Belanda. Selain itu, Yogyakarta dan Surakarta juga mendapat imbas dari berakhirnya Perang Diponegoro ini.


Selasa, 11 Februari 2014

Guan Yu (Sang Jendral Pemberani dan Gigih yang Setia akan Saudaranya)

            Jika di Indonesia kita mengenal Jendral Soedirman sebagai jendral yang pemberani. Namun, jauh sebelum Jendral Soedirman lahir atau ada di negeri Cina sudah ada jendral yang juga pemberani. Bagi yang menyukai tentang sejarah dari negeri Cina atau suka main game strategi bernama Dynasty Warrior pasti akan mengenalnya sebagai orang yang gagah, kuat, dan berani. Siapa tahu bahwa Guan Yu seorang jendral yang terlihat gagah bahkan menyeramkan bagi musuhnya ini ternyata memiliki sifat yang setia. Sifat setia ini adalah untuk kedua saudaranya yaitu Liu Bei (kakak tertua) dan Zhang Fei (adik termuda).
Hasil gambar untuk guan yu

Jumat, 03 Januari 2014

Reformasi Gereja di Eropa

Keadaan Penyebab Gerakan Reformasi di Eropa Abad 16
Eropa tidak memenuhi syarat disebut sebagai benua. Batas geografis teritorial Eropa yang berupa lautan hanya terdapat di tiga sisi sebelah selatan, barat, dan utara. Disebelah selatan Eropa dibatasi oleh laut tengah. Laut hitam dan pegunungan Kaukasus. Disebelah barat dibatasi oleh samudra Atlantik, dan disebelah barat oleh laut Arctic. Disebelah Timur memang terdapat batas laut tetapi sebagian besar wilayah Eropa tidak terpisah dengan Asia bahkan tergabung dengan Asia.

Sosok Saparmurat Niyazov dan Pintu Neraka

            Turmenistan adalah sebuah negara di kawasan Asia Tengah. Turmenistan dahulunya adalah bagian dari Uni Soviet yang akhirnya memerdekaan diri pada tanggal 27 Oktober 1991 setelah Uni Soviet runtuh.
            Turmenistan tidak hanya terkenal karena merupakan bekas negara Uni Soviet, tetapi di Turmenistan juga melahirkan seorang pemimpin yang membuat nama Turmenistan terkenal. Tidak hanya itu, di wilayah Turkmenistan juga terdapat sebuah keajaiban alam yang sungguh luar biasa.
            Saparmurat Niyazov yang merupakan Presiden Pertama di Turmenistan. Niyazov di anggap penting karena ia selain menjadi presiden pertama tetapi ia juga menjabat sebagai presiden seumur hidup di Turmenistan.
            Keajaiban alam di Turmenistan yang terkenal adalah Lubang Api yang oleh warga setempat dikenal dengan nama Pintu Neraka. Lubang api ini dikenal karena memiliki api abadi dan juga memiliki ukuran lubang yang sangat besar.
            Berikut akan dijelaskan secara rinci mulai dari tokoh-tokohnya hingga keajaiban alamnya.

Turkmenistan

Pengantar
Republik Turkmenistan (bahasa Turkmenistan: Türkmenistan Respublikasy), juga dikenal sebagai Turkmenia (bahasa Rusia: Туркмения). Sampai tahun 1990, Turkmenistan masih tergabung dalam konstitusi Uni Soviet, yang bernama Republik Sosialis Soviet Turkmenistan.
Setelah Uni Soviet bubar, dan berganti menjadi Rusia, perlahan-lahan negara-negara di Asia Tengah tersebut melepaskan diri dari negara induknya dan memerdekakan diri menjadi negara-negara Republik, seperti Kazakhstan, Turkmenistan, Kyrgystan, Uzbekistan dan Tajikistan. Negara-negara tersebut dikenal sebagai Central Asian States (CAS). Asia Tengah kira-kira luas wilayahnya seperempat luas wilayah Rusia. Negara terluas adalah Kazakhstan (2.669.800 km2), Turkmenistan (488.100 km2), Uzbekistan (425.400 km2), Kyrgystan (101.300 km2) dan terkecil adalah Tajikistan (142.000 km2).