Jumat, 03 Januari 2014

Sosok Saparmurat Niyazov dan Pintu Neraka

            Turmenistan adalah sebuah negara di kawasan Asia Tengah. Turmenistan dahulunya adalah bagian dari Uni Soviet yang akhirnya memerdekaan diri pada tanggal 27 Oktober 1991 setelah Uni Soviet runtuh.
            Turmenistan tidak hanya terkenal karena merupakan bekas negara Uni Soviet, tetapi di Turmenistan juga melahirkan seorang pemimpin yang membuat nama Turmenistan terkenal. Tidak hanya itu, di wilayah Turkmenistan juga terdapat sebuah keajaiban alam yang sungguh luar biasa.
            Saparmurat Niyazov yang merupakan Presiden Pertama di Turmenistan. Niyazov di anggap penting karena ia selain menjadi presiden pertama tetapi ia juga menjabat sebagai presiden seumur hidup di Turmenistan.
            Keajaiban alam di Turmenistan yang terkenal adalah Lubang Api yang oleh warga setempat dikenal dengan nama Pintu Neraka. Lubang api ini dikenal karena memiliki api abadi dan juga memiliki ukuran lubang yang sangat besar.
            Berikut akan dijelaskan secara rinci mulai dari tokoh-tokohnya hingga keajaiban alamnya.

 Saparmurat Niyazov
Saparmurat Atayevich Niyazov (bahasa Turkmen: Saparmyrat Ataýewiç Nyýazow) (19 Februari 194021 Desember 2006) adalah Presiden Turkmenistan pertama sejak tahun 1991 hingga meninggalnya pada 2006. Ia pertama kali mengambil kekuasaan sebagai Sekretaris Pertama Partai Komunis Turkmenistan sejak 1985. Ia biasa menggunakan sebutan Serdar Saparmurat Turkmenbashi yang Agung atau Turkmenbashi ("Pemimpin Banga Turkmen") dan berasal dari Kipchak.



Saparmurat Niyazov adalah presiden Turkmenistan yang menjabat dari 2 November tahun 1990, hingga 21 Desember 2006, tepat saat kematiannya.
Niyazov dilahirkan 19 Februari tahun 1940 di Republik Sosialis Soviet Turkmenistan. Ayahnya terbunuh saat perang dunia kedua dan ibunya meninggal saat tahun 1948, ketika terjadi gempa besar di negaranya. Akhirnya dia pun menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan sebelum akhirnya dirawat oleh kerabatnya.
Setelah menyelesaikan masa sekolahnya tahun 1959, ia bekerja di sebuah stasiun gas di luar ibukota. Setelah itu ia melanjutkan studinya di Leningrad Polytechnic Institute, di mana pada tahun 1967, ia menerima gelar insinyur. Setelah lulus, dia pergi untuk belajar di Rusia, tetapi didrop-out beberapa tahun kemudian karena masalah akademis.
Niyazov sendiri memulai karir politiknya di tahun 1962, dimana dia bergabung dengan partai komunis. Di umurnya yang ke-45, dia akhirnya diangkat menjadi sekretaris jendral partai komunis Turkmenistan. Setelah disintergrasi Uni Soviet, Niyazov memerdekakan Turkmenistan dan menjadikan dirinya sebagai presiden di tahun 1990.
A.    Turkmenbashi
Presiden Saparmurat "Turkmenbashi" Niyazov, terkenal sebagai Presiden paling megalomania di dunia dan semasa menjadi presiden dia membuat berbagai kebijakan kultus kepribadian. Dia menggunakan nama resmi Turkmenbashi yang artinya "Bapak pendiri Turkmenistan". Kepresidenannya selama 21 tahun di negara kaya gas alam itu diwarnai dengan politik yang represif dan kurangnya kebebasan berpendapat, serta kebijakan - kebijakannya yang "nyentrik". Gelar Turkmenbashi dia sematkan ke berbagai macam hal mulai dari jalan, rumah sakit, taman bermain, bandara, kota hingga vodka. Fotonya menggantikan foto Lenin dan Marx di sekolah - sekolah Turkmenistan, dan patungnya berdiri dimana - mana.Di tahun 1993 Turkmenistan mengadopsi mata uang baru, yaitu manat yang nilainya 500 ruble Rusia. Di tahun ini pula lah Niyazov menganti nama kota pelabuhan Krasnovodsk menjadi Turkmenbashi. Bandara di ibukota juga diganti namanya menjadi Turkmenbashi. Pada tahun 1998 terdapat meteor berukuran seberat 670 pon jatuh ke Turkmenistan lalu meteor itu dinamakan Turkmenbashi (lagi ?).Pada tahun 2006 Sang Turkmenbashi meresmikan sebuah taman bermain yang dinamakan "World of Turkmenbashi Tales".Taman bermain bergaya Disneyland ini diisi dengan kurang lebih 50 wahana, yang salah satunya adalah roller coaster dengan susunan jalur rel yang berbentuk seperti Laut Kaspia. Sang Turkmenbashi mewajibkan wajahnya agar dipasang di setiap jam, jam tangan dan setiap botol vodka di seluruh Turkmenistan.
B.     Turkmenistan, Netralitas, Meteor dan Danau Buatan
Di tahun 1999, dia akhirnya mengangkat dirinya sebagai presiden ( lagi ) dan kali ini sebagai presiden seumur hidup, namun di tahun 2000, dia mengatakan akan mundur tepat saat dia berusia 70 tahun atau tahun 2010. Sebuah pernyataan yang mengagetkan dunia, terutama dunia barat.
Juga di tahun yang sama, tahun 2000, Niyazov menyatakan niatnya untuk membuat danau buatan seluas 2000 kilometer persegi, namun dibatalkan karena proyek tersebut ditakutkan akan mengacaukan ekosistem setempat.
C.     Ruhnama
Buku ini menjadi bacaan wajib di Turkmenistan dan diperlukan untuk tes SIM, tes masuk kerja bagi rakyat yang ingin melamar pekerjaan di pemerintahan dan ujian sekolah. Sama seperti sebagian besar diktator terkenal dunia, Niyazov juga menuliskan buku sendiri mengenai pandangan filosofisnya. Diterbitkanlah pada tahun 2001, Ruhnama yang dalam bahasa Persia berarti "Buku Panduan Jiwa" setebal 400 halaman, yang ditulis olehnya sendiri. Buku ini mengandung autobiografi Niyazov, puisi-puisi, budaya Turkmenistan dan literatur serta artikel - artikel sejarah.
Pertama buku ini hanya menyebar di sekolah-sekolah, dimana para siswa harus menghafalkannya untuk ujian, namun akhirnya berkembang hingga masuk ke mesjid - mesjid setempat, dimana buku tersebut ditempatkan sama pentingnya dengan Quran. Niyazov pernah mengklaim bahwa dia membuat perjanjian dengan Allah SWT bahwa Ruhnama dibutuhkan untuk syarat masuk surga dan orang yang membacanya 3 kali akan masuk surga
Monumen Ruhnama di Asghabat, Ibukota Turkmenistan. ini di ibukota, dimana setiap jam 8 malam, bagian kover di monumen yang berbentuk buku tersebut akan terbuka dan menampilkan pesan - pesan penting dalam buku tersebut disertai dengan speaker yang akan membacakannya.
Ruhnama akhirnya menjadi panduan spiritual resmi untuk negara, dan bagi yang mengkritiknya akan dihukum berat dari denda hingga penjara 5 tahun.Niyazov juga melarang opera, ballet dan sirkus di tahun ini.
D.    Penggantian Nama Bulan dan Hari
Di tahun 2002, Niyazov mengganti nama bulan dan hari dalam seminggu di Turkmenistan menjadi seperti berikut ini :
Nama - nama bulan
·         Januari / Ýanwar menjadi Turkmenbashi, yang merupakan gelar Niyazov.
·         Februari / Fewral menjadi Baýdak, nama bendera kebangsaan Turkmenistan.
·         Maret / Mart menjadi Nowruz, tahun baru Persia yang dirayakan setiap bulan Maret
·         April / menjadi Gurbansoltan, dari nama ibu Niyazov, Gurbansoltan Eje
·         Mei / Maý menjadi Magtymguly, dari nama Magtymguly Pyragy, pemimpin spiritual Turkmenistan di abad ke-18.
·         Juni / Iyun menjadi Oguz, dari nama Oguz Khan yang merupakan pendiri bangsa Turkmenistan (menurut Ruhnama)
·         Juli / Iyul menjadi Gorkut, dari nama Gorkut Aka, pahlawan dalam legenda.
·         August / Awgust menjadi Alp Arslan, dari nama pendiri dinasti Seljuk.
·         September / Sentýabr menjadi Ruhnama, dari nama buku yang ditulis Niyazov.
·         October / Oktýabr menjadi Gara?syzlyk, dari kata kemerdekaan dalam bahasa setempat, yang dirayakan di bulan Oktober.
·         November / Noýabr menjadi Sanjar, dari nama pemimpin terakhir dinasti Seljuk.
·         December / Dekabr menjadi Bitaraplyk, dari kata netralitas dalam bahasa setempat. Hari netralitas dirayakan di bulan ini.
Nama - nama hari
·         Minggu / Ýek?enbe menjadi Dynçgün yang berarti hari istirahat.
·         Senin / Du?enbe menjadi Ba?gün yang berarti hari utama.
·         Selasa / Si?enbe menjadi Ýa?gün yang berarti hari pemuda.
·         Rabu / Çar?enbe menjadi Ho?gün yang berarti hari baik.
·         Kamis / Pen?enbe menjadiSogapgün yang berarti hari kebajikan.
·         Jumat / Anna menjadi Annagün, dari nama Persia kuno yang ditambahin dengan gün yang berarti hari dalam bahasa setempat.
·         Sabtu / ?enbe menjadi Ruhgün yang berarti hari jiwa.
Standar ini dipakai hingga Juli tahun 2008, dimana kabinet pemerintahan mengembalikan kembali nama - nama ini menjadi seperti sedia kala.
E.     Istana Es Untuk Semua !!
Turkmenistan adalah negara padang pasir yang kering, hingga tahun 2004, Turkmenbashi atau Niyazov berpikir untuk membangun istana es, lengkap dengan arena ice skating indoor yang akan dihubungkan dengan cable car dari ibukota."Ayo, kita buat istana es. Besar dan cukup untuk memuat 1000 orang. Anak - anak kita juga bisa belajar untuk ice-skating" kata Niyazov.Sebelumnya negara yang sedang sibuk dengan pembangungan Mesjid Kipchak/Masjid semangat Turkmenbashi ( lengkap dengan Ruhnama-nya ) di desa Gypjak, kampung halaman Niyazov namun masjid ini diprotes karena di dindingnya terdapat ayat-ayat ruhnama sejajar dengan Al-Qur'an.Bersama perusahaan pembangunan dari Prancis, proyek yang diperkirakan memakan 21,5 juta dollar ini akhirnya dimulai pada November tahun 2004.
F.     Hukum & HAM ; Turkmenbashi
Di tahun 2004, Niyazov melarang para pria menumbuhkan rambut panjang dan janggut. Tahun berikutnya, dia melarang lip synch di konser dan acara televisi karena dia menganggap hal itu bisa berefek negatif kepada perkembangan musik negaranya.
15.000 pekerja kesehatan masyarakat dipecat, termasuk perawat, bidan, serta mantri lalu kemudian dimasukkan ke dalam wajib militer.
Masih di tahun yang sama, Niyazov juga melarang para pembaca berita di televisi untuk mengenakan make-up karena dia percaya bahwa wanita Turkmenistan sudah cantik secara alami.
Niyazov menjalani operasi mata di tahun ini. Dan dia menutup semua rumah sakit kecuali di ibukota, karena menurutnya setiap penduduknya harusnya pergi ke ibukota untuk berobat. Semua perpustakaan di luar ibukota juga diperintahkan untuk ditutup, karena dia menganggap yang dibutuhkan penduduknya hanya 2 buku, Quran dan Ruhnama.
Di tahun berikutnya, House of Free Creativity selesai dibangun. Bangunan ini dipersembahkan untuk kebebasan pers dan media. Cukup ironis, Turkmenistan tidak memiliki badan jurnalistik selain milik pemerintah. Internet juga hanya bisa diakses oleh sebagian kecil orang. 4 stasiun televisi yang tersedia juga tidak jarang hanya menayangkan pembacaan puisi Niyazov.
G.    Meninggalnya Saparmurat
Meninggalnya Turkmenbashi Pada tanggal 21 Desember 2006, televisi negara Turkmenbashi mengumumkan bahwa Niyazov meninggal karena serangan jantung mendadak. Wakil Perdana Menteri, Gurbanguly Berdimuhamedow mengorganisir pemakaman kenegaraan akhirnya menjabat sebagai presiden sementara dan mengumumkan pada tanggal 26 di bulan yang sama, bahwa pemilihan presiden berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 11 Februari 2007. Keadaan kematian Niyazov menimbulkan beberapa spekulasi. Beberapa sumber mengklaim bahwa Niyazov meninggal beberapa hari sebelum tanggal resmi diumumkannya, yakni tanggal 21 Desember. News melaporkan juga mengklaim bahwa Niyazov juga menderita diabetes, penyakit jantung iskemik dan gagal ginjal selain penyakit jantung. Niyazov dimakamkan di mesjid Kipchak, salah satu mesjid terbesar di dunia yang dibangun di kampung halamannya. 2 dekade pemerintahannya ditandai dengan merosotnya sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat, pelanggaran hak asasi manusia, ribuan tahanan politik, ekonomi di bawah tekanan meskipun ekspor energi yang besar dari negara ini, dan patung - patung yang menjulang tinggi beserta potret dirinya yang tersebar dimana - mana.

       Lubang Api
Sudah pasti itu rahasia tuhan. Tapi untuk pintu neraka, sebagian orang percaya jika letaknya ada di Turkmenistan. Ya benar, di negeri ini, ada satu tempat yang memiliki lubang besar berisi kobaran api membara. Tempat ini merupakan semacam kawah namun berada di tanah yang landai hingga menyerupai lubang biasa. Tapi, benar benar aneh, dari dalam kawah itu, keluar sejumlah gas yang flammable alias mudah terbakar. Sehingga menciptakan kobaran api di dasar lubang bagaikan neraka.



Ini adalah kawah yang dibuat oleh ahli geologi lebih dari 40 tahun lalu, dan api di dalam telah terbakar sejak itu. Selamat Datang di Derweze di Turkmenistan - atau, sebagai penduduk setempat menyebutnya, 'Pintu ke Neraka'.
Menurut cerita penduduk lokal, peristiwa ini bukanlah peristiwa alam murni, namun ada campur tangan manusia yang menimbulkan munculnya peristiwa ini. Konon, hal ini mulai terjadi sekitar 36 tahun yang lalu, yaitu saat para ilmuwan dan peneliti menggali tempat ini untuk mendapatkan gas. Dan tiba tiba, muncul serigala raksasa dari lubang tersebut yang kemudian lepas ke alam sekitar dan konon sampai sekarang masih bersembunyi di hutan sekitar kota itu.
Ahli geologi yang oviet melakukan pengeboran di lokasi itu pada tahun 1971 dan menyadap sebuah gua yang penuh dengan gas alam. Dan konon gua tersebut sangat besar dan dipenuhi dengan gas yang memiliki kandungan aneh. Setelah di tes menggunakan teknologi yang paling mutakhir di saat itu, di ketahuilah kalau gas itu beracun alias poisononousious. Tetapi apa yang terjadi? Ledakan besar justru terjadi sehingga menyebabkan beberapa peralatan pengeboran terperosok ke dalamnya. Beberapa penduduk setempat lalu diungsikan, namun tidak ada laporan korban akibat ledakan gas beracun tersebut. Tapi tanah di bawah rig pengeboran runtuh, meninggalkan lubang dengan diameter 70 meter.
Khawatir bahwa lubang itu akan menyebabkan pelepasan gas beracun, tim memutuskan untuk membakarnya. Anehnya, api terus menyala bahkan saat hujan sekalipun. Artinya, api ini tidak pernah padam selama hampir 37 tahun! (mirip seperti api abadi di Mrapen). Bau belerangnya bahkan cukup kuat saat mendekati kawasan ini. Beberapa ahli kemudian menyebut jika kasus gas ini mirip juga dengan apa yang terjadi pada lumpur Sidoarjo, hanya beda di objeknya saja. Diharapkan bahwa api akan menggunakan semua bahan bakar dalam beberapa hari, tapi gas masih menyala sampai hari ini.
Api menghasilkan cahaya emas yang dapat dilihat beberapa mil dari sekitar Derweze, sebuah desa dengan jumlah penduduk sekitar 350 jiwa.
Kawah panas ini menganga tanpa ada yang berusaha menutupnya kembali. Malah, kawah yang ada di Desa Darvaza ini jadi destinasi pelancongan. Lubang ini kemudian dinamakan "Gates to Hell" atau Gerbang Neraka oleh penduduk tempatan.
Neraka digambarkan sebagai tempat yang penuh api yang tak pernah padam. Lubang ini memiliki api yang tak pernah mati, maka dari itulah lubang ini dinamakan Gerbang Neraka. Selain itu, neraka juga disebut-sebut berada di inti bumi. Terbukanya lubang ini pun semakin menguatkan kesan gerbang neraka.

Situs ini sekitar 260 kilometer utara Ashgabat, ibukota Turkmenistan. Pada bulan April 2010 presiden negara itu, Gurbanguly Berdimuhamedow, mengunjungi situs tersebut dan memerintahkan agar lubang harus ditutup tapi ini belum terjadi. Gurun Karakum, yang sebagian besar mencakup wilayah Turkmenistan, terletak di sebelah timur Laut Kaspia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar