Jaran Kencak adalah sebuah
kesenian dari Lumajang, Jawa Timur dengan
menggunakan kelincahan seekor kuda yang di hias pakaian zirah perang khas Jawa yang tersebar di Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Tengger.
Kesenian serupa adalah Jaran Jenggo di Pantura dan Kuda Renggong di Sunda.
Kumpulan Dari Artikel (Sejarah, Kebudayaan, Lingkungan, dll), Biografi, dan Dokumentasi (Foto dan Video)
Jumat, 21 April 2017
Rabu, 07 September 2016
Ibnu Sina "Bapak Kedokteran Modern"
Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga
sebagai Avicenna di Dunia
Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang
Iran). Ia juga seorang penulis yang produktif di mana sebagian besar karyanya
adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, dia adalah
"Bapak Pengobatan Modern" dan masih banyak lagi sebutan baginya yang
kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya
yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan Referensi di bidang
kedokteran selama berabad-abad.
Ibnu Sina bernama lengkap Abū
‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan
arab : أبو علي الحسين بن
عبد الله بن سينا).
Ibnu Sina lahir pada 980
di Afsyahnah daerah dekat Bukhara,
sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan
meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Jumat, 04 Maret 2016
Situs Duplang Arjasa, Jember
Jember salah satu kabupaten di
Jawa Timur yang memiliki beberapa peninggalan sejarah. Situs-situs sejarah banyak sekali bersebaran di beberapa wilayah di daerah Jember. Tidak hanya dari jaman
Belanda tetapi juga dari jaman pra sejarah.
Situs Duplang yang berada di Desa
Kamal, Kecamatan Arjasa, sebuah desa terpencil di lereng Gunung Argapura,
Jember. Untuk menuju situs ini, dari alun-alun Kota Jember ke Desa Kamal hanya
berjarak 16 km, namun akses jalan yang rusak dan sempit membuat perjalanan
menuju ke lokasi menjadi sedikit lebih lama.
Rabu, 06 Januari 2016
Situs Biting Lumajang
Situs Biting adalah sebuah
situs arkeolog yang
terletak di desa Kutorenon, kecamatan Sukodono, Lumajang, provinsi Jawa Timur.
Situs ini diperkirakan merupakan peninggalan dari kerajaan Lamajang dan
tersebar di atas kawasan seluas sekitar 135 H. Bangunan yang paling mengesankan
adalah bekas tembok benteng dengan dengan panjang 10 kilometer, lebar 6 meter
dan tinggi 10 meter.
Kawasan Situs Biting adalah
sebuah kawasan ibu kota kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin Prabu Arya
Wiraraja yang dikelilingi oleh benteng pertahanan dengan tebal 6 meter, tinggi
10 meter dan panjang 10 km. Hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta tahun
1982-1991, Kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektare yang mencakup 6
blok/area merupakan blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting
10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Dalam
Babad Negara Kertagama, kawasan ini disebut Arnon dan dalam perkembangan pada
abad ke-17 disebut Renong dan dewasa ini masuk dalam desa Kutorenon yang dalam
cerita rakyat identik dengan "Ketonon" atau terbakar. Nama Biting
sendiri merujuk pada kosa kata Madura bernama "Benteng" karena daerah
ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh
Pada tahun 1995 di Kawasan Situs
Biting mulai dibangun Perumnas Biting yang tentu saja banyak merusak
peninggalan Sejarah (Situs) yang ada. Namun anehnya pihak-pihak terkait yaitu
Balai Pelstarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang merupakan lembaga
penyelamat seolah diam melihat perusakan ini sehingga lebih kurang 15 Hektar
kawasan ini rusak oleh pembangunan ini.
Selasa, 22 Desember 2015
Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky
Fyodor Mikhailovich
Dostoyevsky (Фёдор Миха́йлович Достое́вский, kadang-kadang dialihaksarakan menjadi Dostoevsky)
(11
November 1821 – 9 Februari 1881) adalah salah
seorang sastrawan Rusia terbesar,
yang karya-karyanya menimbulkan dampak yang panjang terhadap fiksi abad ke-20.
Karya-karyanya seringkali menampilkan tokoh-tokoh dalam keadaan yang putus asa
dan pikiran yang sangat ekstrem, sehingga memperlihatkan pemahaman yang luar
biasa tentang psikologi manusia serta analisis yang mendalam
mengenai keadaan politik, sosial, dan spiritual di Rusia pada
masanya. Banyak dari karya-karyanya yang paling terkenal seolah-olah meramalkan
pemikiran dan kepedulian orang pada masa modern. Kadang-kadang ia disebut
sebagai pendiri eksistensialisme, terutama dalam Catatan-catatan
dari Bawah Tanah, yang digambarkan oleh Walter Kaufmann sebagai
"karya terbaik untuk eksistensialisme yang pernah ditulis".

Langganan:
Postingan (Atom)